SEMINAR ONLINE KEBIDANAN NASIONAL ” OPTIMALISASI PELAYANAN KEBIDANAN di ERA NEW NORMAL

WHO mengumumkan pada tanggal 30 Januari 2020 terjadinya wabah global pandemi Covid-19. Hal tersebut menyebabkan resah seluruh dunia, termasuk masyarakat di Indonesia. Merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia selain berdampak terhadap perekonomian, pendidikan dan sosial masyarakat, juga berdampak terhadap kesehatan salah satunya yaitu berdampak pada pelayanan kesehatan reproduksi perempuan. Pelayanan kesehatan reproduksi bagi perempuan adalah bentuk keharusan atau tidak bisa ditunda. WHO menyatakan pandemi Covid-19 jauh dari selesai. Sehingga pada masa mendatang Covid-19 akan tetap ada. Untuk itu masyarakat dituntut akan hidup berdampingan dengan Covid-19 yang tidak diketahui kapan musnahnya, sambil menunggu ditemukannya vaksin. Dokter Medik dan Keperawatan di RSAB Harapan Kita, dr Retno Widyaningsih, mengatakan pandemi lebih dari sekedar krisis kesehatan. “Namun fokus fasilitas kesehatan adalah melayani semua untuk menyelamatkan nyawa dan menghentikan pandemi,” jelas Retno.

Adapun pelayanan itu di antaranya pelayanan pada Ibu hamil, bersalin, Nifas dan pelayanan Keluarga Berencana (KB). Pelayanan kebidanan merupakan salah satu pelayanan profesional, merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan secara mandiri, kolaborasi, dan atau rujukan. Berdasarkan UU No. 4 Tahun 2019 tentang kebidanan, kini praktik profesi bidan telah berkembangan pesat sejalan dengan tuntutan pentingnya perlindungan dan kepastian hukum. Bidan dituntut memberikan pelayanan yang humanis, cerdas dan inovatif mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit, pengobatan dan rehabilitasi tanpa diskriminasi.

Penyebaran kasus COVID-19 berlangsung sangat cepat, baik di dunia maupun di Indonesia. Covid-19, tidak mengenal batas, dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk ibu hamil dananak-anak. Selama pandemi COVID-19 dan menghadapi era New Normal, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan secara optimal, aman bagi pasien dan bidan dengan berbagai penyesuaian berdasarkan panduan penanganan covid atauprotokol kesehatan. Bidan dalam memberikan pelayanan harus tetap mengacu pada pedoman dan prinsip – prinsip manajemen Covid -19 yang sudah di tetapkan oleh pemerintah baik fasilitas, penggunaan APD, maupun prosedur (SPO) pencegahan peutusan mata rantai penularan infeksi. Telah dikembangkan berbagai panduan pelayanan KIA & KB: Kemkes, POGI, IDAI, IBI dll agar pelayanan tetap berjalan dan aman bagi pasien dan provider dengan berbagai penyesuaian yang relevan dengan pencegahan COVID-19. Dikembangkan pelayanan kesehatan berbasis tekhnologi informasi sebagai solusi inovatif: Telemedicine, Konsultasi On-Line dan Media Aplikasi KIE dll. Untuk itu Prodi DIII Kebidanan mengadakan kegiatan Seminar Online pada hari sabtu, tanggal 15 Agustus 2020, pukul 08.00 hingga pukul 13.30 WIB dengan tema “optimalisasi pelayanan kebidanan di era new normal”. Kegiatan Seminar Online ini diikuti oleh 8.567 peserta dari seluruh Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *